membuat batre laptop jadi tahan lama

Posted: Desember 25, 2011 in trik&tips

oleh Ade ‘surya’ Andrial at O.M.C (ophrack3rz) – Surya Andrial Dinur

Efek Memori Batery
Sebuah mitos yang masih ada sampai saat ini pada sebahagian besar orang-orang ttg Efek memori baterei. Dalam baterai yang berbasis lithium saat ini sebenarnya hal tersebut hanyalah mitos dan hanya berlaku untuk yang lebih tua yaitu baterai berbasis nikel. Jadi pemakaian battery sampai kosong 0% dan pengisian baterai sampai penuh 100% sama sekali tidak bermanfaat dan bahkan bias berbahaya seperti yang akan kita lihat pada penjelasan di bawah ini:
“Baterai lithium modern dapat dibebankan (di charge) tidak tergantung dari persentase battery saat ini, mengingat bahwa itu sama sekali tidak ada efek negatif dalam kinerjanya”.

Apakah saya harus mengeluarkan baterai bila A / C terpasang (kalo lagi nge-charge)?
Banyak pengguna laptop mempertanyakan hal ini dan Jawabannya adalah: bisa YA atau TIDAK, itu tergantung pada situasi (wah pasti yg jawab laki-laki..soalnya dia bilang “tergantung”.kalo yang jawab cewek..dia bilang “itu terletak pada situasi”..wkwkwkwkwk..biasanya yang tergantung kan pada cowok2 dan yang terletak pada cewek2…wkwkwkwkwkwk)

Setelah baterai terisi penuh dan a/c power masih terpasang di laptop tidak akan membahayakan battery, karena segera setelah tingkat pengisian mencapai 100% maka baterai berhenti menerima pengisian energi dan energi ini langsung dilewatkan ke sistem power supply laptop.

Namun ada kelemahan membiarkan baterai tetap dalam soket ketika a/c power laptop terpasang, yaitu pada saat laptop mengalami panas yang berlebihan yang disebabkan oleh hardware laptop.

Jadi:
– Dalam penggunaan normal, jika laptop tidak terlalu panas (CPU dan Hard Disk sekitar 40 º C sampai 50 º C) baterai harus tetap di socket laptop;
– Dalam penggunaan intensif yang mengarah kepada sejumlah besar panas yang dihasilkan (yaitu Games, suhu di atas 60 º C) baterai harus dicabut dari soket dalam rangka untuk mencegah pemanasan yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi daya tahan baterai.

Panas, adalah fakta 100% benar merupakan musuh besar baterai lithium dan bukan charger (neg-charge terus menerus) walapun banyak yang berfikir demikian.

Pengosongan Baterai
Discharge baterai sampai kosong abis (sampai laptop mati, 0%) harus dihindari, karena ini dapat membuat baterai stress berat (kayak orang aja bias stress) dan bahkan dapat merusak. Dianjurkan untuk pemakaian battery sampai tingkat kapasitas kosong 20 – 30% dan selanjutnya harus segera di diisi, bukannya melakukan pemakaian penuh (ampe baterai kosong 0%) diikuti dengan pengisian penuh (charge ampe 100%).
Baterai laptop berisi pengukur kapasitas yang memungkinkan kita untuk mengetahui jumlah yang tepat dari energi yang tersimpan. Namun, karena siklus pengisian / pengosongan, sensor ini cenderung tidak akurat .
Untuk beberapa jenis laptop memiliki alat untuk mengkalibrasi ulang baterai dalam yang terdapat dalam BIOS laptop tersebut tapi hanya bisa mengukur baterai untuk pengosongan lengkap diikuti oleh pengisian penuh.
Perlakuan kalibrasi baterai yang salah dapat memberikan nilai kapasitas baterai yang salah. Baterai mungkin melaporkan bahwa ia masih memiliki 10% dari kapasitas padahal sebenarnya memiliki nilai yang jauh lebih rendah, dan ini menyebabkan komputer untuk shutdown tak terduga atau tiba-tiba.

Sebenarnya untuk mengkalibrasi baterai, itu harus dilakukan di setiap 30 siklus pembuangan, yaitu dengan pemakaian baterai non-stop sampai kosong, terus diikuti pengisian baterai sampai full non-stop (1 siklus).
Siklus 1 kali pengosongan baterai (atau pengisian) artinya menggunakan semua kapasitas baterai yang telah terisi (100%) walaupun tidak sekaligus.
Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan laptop untuk beberapa menit dalam sehari, dan menggunakan setengah dari kapasitas baterai kemudian mengisi penuh baterai tersebut. Jika Anda melakukan hal yang sama pada hari berikutnya (memakai laptop dengan tenaga dari baterai), itu akan dihitung siklus pengosongan dan bukan dua kali siklus, sehingga mungkin memakan waktu beberapa hari sampai siklus pengosongan penuh selesai.

Cara melakukan kalibrasi baterai:
Metode yang paling memadai untuk melakukan pengosongan penuh (100% sampai kosong minimal 3% dari kapasitas baterai) terdiri dari prosedur sebagai berikut:
Mengisi penuh baterai untuk kapasitas maksimum (100%);
Biarkan baterai yang terisi penuh untuk “istirahat” selama 2 jam atau lebih dalam rangka untuk mendinginkan dari proses pengisian. Anda dapat menggunakan komputer seperti biasanya dalam proses pengisian baterai tersebut;
Cabut kabel daya (charger) dan atur hibernate otomatis pada persentase minimum yang memungkinkan seperti yang dijelaskan oleh urutan gambar (gambar nya lihat di http://batterycare.net/en/guide.html klik gambar untuk memperbesar); FYI: saya sudah mencoba untuk membuat settingan 5% pada pilihan “critical batteray level – on battery ” tapi yg di ijinkan adalah 10%. Jadi ikuti saja seperti yang dianjurkan oleh windows (saya melakukan di windows seven).
Biarkan baterai melakukan proses pengosongan non-stop (maksudnya non-stop jangan di charger), sampai hibernate sendiri. Anda dapat menggunakan komputer seperti biasanya dalam periode ini;
Ketika komputer dimatikan sepenuhnya, biarkan laptop dalam kondisi hibernasi selama 5 jam atau bahkan lebih;
Colokkan komputer ke listrik A / C untuk melakukan Pengisian penuh non-stop hingga kapasitas maksimum (100%). Anda dapat menggunakan komputer biasanya dalam periode ini.

Setelah proses kalibrasi, tingkat keausan dilaporkan biasanya lebih tinggi dari sebelumnya. Ini wajar, karena sekarang laporan kapasitas saat ini akurat bahwa baterai telah untuk melakukan pengisian. Lithium Ion baterai memiliki jumlah batas siklus pengosongan (umumnya 200 sampai 300 siklus) dan mereka akan penurunan kapasitas dari waktu ke waktu.
Banyak orang cenderung berpikir “Jika kalibrasi memberikan tingkat keausan yang lebih tinggi, maka itu hal yang buruk”. Ini salah, karena sebenarnya, kalibrasi dimaksudkan untuk memiliki laporan kapasitas baterai yang akurat, dan hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari kejutan seperti, misalnya, berada di tengah-tengah presentasi dan tiba-tiba komputer mati pada 30 % dari isi baterai.

Penyimpanan dalam kurun waktu yang lama
Untuk menyimpan baterai untuk jangka waktu yang lama, kapasitas muatan baterai minimal sekitar 40% dan itu harus disimpan di tempat yang kering. Sebuah lemari es dapat digunakan (0 º C – 10 º C), tetapi hanya jika baterai tetap terisolasi dari kelembaban apapun.
Satu hal yang harus di ingat adalah PANAS merupakan musuh baterai terburuk, jadi meninggalkan laptop di dalam mobil dalam satu hari musim panas adalah setengah jalan untuk membunuh baterai.

Membeli baterai pengganti
Jika Anda berniat untuk membeli baterai lain, itu disarankan agar Anda melakukannya hanya ketika baterai saat ini sangat terdegradasi (udah soak). Jika tidak demikian, maka yang tidak digunakan malah dapat menyebakan degradasi.
Jika baterai cadangan yang dibeli dan tidak akan digunakan untuk waktu yang lama, metode penyimpanan di atas harus digunakan. Selain itu, ketika membeli baterai Anda harus memperhatikan tanggal pembuatan.

Sumber : http://batterycare.net/en/guide.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s